Tampilkan postingan dengan label sya'ir arab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sya'ir arab. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Februari 2009

Tegar Bersama Imam asy-Syafi'i


Imam asy-Syafi'i, siapa yang tidak mengenalnya, walaupun beliau lebih terkenal sebagai seorang imam madzhab dengan namanya sendiri, namun hal ini tidak berarti bahwa beliau hanya mahir di bidang fikih semata. Bahasa, sastra, syair dan fikih beliau kuasai dengan baik. Karena beliau hidup di masa abad ketiga pertama, maka kata-kata beliau dalam perkara bahasa merupakan hujjah yang dijadikan pijakan dalam bahasa.

Lahir di Gaza Palestina tahun 150 H, beliau tumbuh di Makkah dan belajar dari ulamanya dan ulama-ulama Hejaz lainnya seperti Imam Malik bin Anas. Selain unggul di bidang fikih, beliau juga mempunyai saham yang tidak bisa dipandang remeh dalam bidang syair, karena beliau adalah seorang alim besar, berjiwa dan berakhlak al-Qur`an dan sunnah, maka syair-syair beliau sarat dengan makna-makna luhur yang tergali dari ajaran keduanya, termasuk beberapa bait syair yang penulis hadirkan di bawah ini. Imam asy-Syafi'i wafat di Mesir tahun 204 H.


دَعْ الأَيَّامَ تَفْعَلْ مَا تَشَاءُ
وَطِبْ نَفْسًا إِذَا حَكَمَ القَضَاءُ

Biarkanlah hari-hari melakukan apa yang ia ingin
lapangkan dadamu menerima ketetapan takdir


وَلاَ تَجْزَعْ لِحَادِثَةِ اللّيَالِي
فَمَا لِحَوَادِثِ الدُّنْيَا بَقَاءُ

Jangan lemah menghadapi kejadian-kejadian zaman
peristiwa-peristiwa dunia tidak akan berhenti


وَكُنْ رَجُلاً على الأَهْوَالِ جَلْدًا
وَشِيْمَتُكَ السَّمَاجَةُ وَالسَّخَاءُ

Jadilah dirimu orang yang tegar menghadapi kesulitan
sementara ciri khasmu adalah kedermawanan


وَلاَ تَرْجُ السَّمَاحَةَ مِنْ بَخِيْلٍ
فَمَا فِي النَّارِ للظَّمْآنِ مَاءُ

Jangan berharap bantuan dari si bakhil
karena api tidak akan memberi air bagi orang yang haus



أَمْطِرِي لُؤْلُؤاً سَمَاءَ سَرَنْدِيــبَ
وَفِيْضِي آبَارَ تُكْرُورَ تِبْرًا

Wahai langit Sarandib, turunkan hujan mutiara, wahai sumur-
sumur Tukrur, limpahkanlah emas dari dasarmu


أَنَا إِنْ عِشْتُ لَسْتُ أَعْدَمُ قُوْتًا
وَإِذَا مِتُّ لَسْتُ أَعْدَمُ قَبْرًا

Jika aku hidup, aku tetap akan mendapatkan makan, jika aku
mati, aku tetap akan mendapatkan kubur


هِمَّتِي هِمَّةُ المُلُوْكِ وَنَفْسِي
نَفْسُ حُرٍّ تَرَى المَذَلَّةَ كُفْرًا

Cita-citaku adalah cita-cita para raja, jiwaku adalah jiwa merdeka,
memandang kehinaan adalah kekufuran


وَإِذَا مَا قَنَعْتُ بِالقُوْتِ عُمْرِي
فَلِمَاذَا أَزُوْرُ زَيْدًا وَعَمْرَا ؟

Jika aku telah merasa cukup dengan makananku seumur hidupku,
lalu untuk apa aku mengunjungi Zaid dan Amru?

Keterangan

Bait pertama, Imam menasihati kita agar tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi dalam kehidupan, karena hal itu di luar kemampuan kita, perkaranya di tangan pengatur alam semesta, yang penting bagi kita adalah menghadapinya dengan sabar, teguh dan tegar, apa pun yang Dia tetapkan akan terjadi, kesedihan, kemarahan dan ketidakrelaan kita tidak akan merubah apa pun.

Bait kedua, Imam menegaskan makna bait pertama, di sini beliau melarang kita bersedih, bersikap lemah, bermental melempem pada saat menghadapi musibah dan ujian, peristiwa dunia datang dan pergi tiada kenal henti sebelum dunia itu sendiri berhenti, dan orang yang berakal menggunakan kesabaran dan ketegaran sebagai penolong setelah Allah.

Bait ketiga, Imam mengajak kita menjadi orang kuat dalam menghadapi kesulitan dan rintangan dunia, “Mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah). Tegar dengan tetap memegang sifat mulia yakni bermurah hati.

Bait keempat, Imam melarang kita berharap sesuatu dari si bakhil karena harapan kita kepadanya tinggal harapan, tidak akan pernah terwujud, ibarat orang yang kehausan berharap air dari api, tidak akan pernah terwujud karena api tidak akan memberi air, ia memberi panas yang menambah haus.

Bait kelima, Imam berkata, walaupun langit Sarandib –pulau besar di ujung timur India- menurunkan mutiara, sumur Tukrur –sebuah daerah di ujung selatan Maroko- melimpahkan emas, aku tetap tidak tergoda dan tergiur, cukup bagiku apa yang Tuhanku berikan kepadaku, aku adalah orang yang berjiwa qana’ah, tidak terlena oleh kemakmuran dunia.

Bait keenam, menurut Imam, hanya ada dua pilihan di dunia ini, tetap hidup atau mati, jika yang pertama maka rizkiku akan tetap aku dapatkan, karena ia telah dijamin oleh Sang Pemberi rizki, jika yang kedua maka bumi Allah terhampar luas, di manapun aku tetap akan mendapatkan kubur, bukankah yang dibutuhkan orang mati hanyalah kubur?

Bait ketujuh, Imam membeber jati dirinya, ambisinya adalah ambisi para raja, artinya dia hanya mengejar perkara-perkara mulia dan luhur, menjauh dan berpaling dari perkara-perkara remeh dan rendah. Imam memandang dirinya merdeka, maka dia tidak sudi menjadikan dirinya sebagai hamba kepada sesama, dia hanya berkenan menghambakan diri kepada Sang Pencipta, dan perkaranya memang demikian, manusia diciptakan sebagai makhluk merdeka, bukan hamba si anu dan si ini, akan tetapi hamba Allah semata, dari sini Imam memandang kehinaan seseorang di depan orang lain sebagai kekufuran terhadap nikmat kemerdekaan yang telah Allah berikan seiring dengan kelahiran setiap manusia.

Bait terakhir, inilah sikap qana’ah sekaligus iffah (menahan diri dari apa yang ada di tangan orang lain) Imam basar ini, ‘untuk apa saya datang kepada Zaid, Amru, fulan dan seterusnya untuk menengadahkan tangan meminta sesuatu kepada mereka, sementara makanan dan rizki telah terjamin seumuh hidup? Bukankah hal ini jika aku melakukannya termasuk menghinakan diri kepada manusia?’ Wallahu a'lam.
(Izzudin Karimi)

HIKMAH ZUHAIR BIN ABU SALMA

Pada masa jahiliyah terjadi perang panjang selama empat puluh tahun antara suku Abs dan Dzubyan, perang berkepanjangan ini menghancurkan harta dan nyawa dalam jumlah besar. Perang berhenti ketika ada dua orang Harim bin Sinan dan al-Harits bin Auf mendiamkan kedua suku dengan cara memikul beban kerugian perang, keduanya bersedia membayar diyat korban yang terbunuh dalam perang tersebut.

Zuhair mengagumi apa yang dilakukan oleh dua orang ini maka dia mengucapkan bait-bait syair memuji keduanya memperingatkan manusia dari perang dan akibat buruknya. Di antara bait-bait tersebut tersisip kata-kata hikmah yang mengisyaratkan pengalaman hidup Zuhair.

Zuhair berkata,


سئمت تكاليف الحياة ومن يعش
ثمانين حولا لا أبالك يسأم

وأعلم ما فى اليوم والأمس قبله
ولكنني عن علم ما في غد عم

ومن هاب أسباب المنايا ينلنه
ولونال أسباب السماء بسلم

ومن يجعل المعروف فى غير أهله
يعد حمده ذما عليه ويندم

ومهما تكن عند امرئ من خليقة
ولو خالها تخفى على الناس تعلم

لأن لسان المرء مفتاح قلبه
إذا هو أبدى ما يقول من الفم

لسان الفتى نصف ونصف فؤاده
فلم يبق إلا صورة اللحم والدم


Aku jenuh dengan beban-beban hidup dan barangsiapa hidup
Selama delapan puluh tahun –tidak ada bapak untukmu- pasti jenuh

Aku mengetahui apa yang terjadi di hari ini dan kemarin
Akan tetapi aku tidak mengetahui apa yang terjadi esok

Barangsiapa takut kepada sebab-sebab kematian niscaya ia mendapatkannya
Walaupun dia meraih sebab-sebab langit dengan tangga

Barangsiapa meletakkan kebaikan tidak pada tempatnya
Maka pujian untuknya berbalik menjadi celaan dan dia menyesal

Apapun tabiat yang dimiliki seseorang
Walaupun dia mengiranya samar bagi manusia, ia diketahui

Karena lidah seseorang adalah kunci hatinya
Jika dia menampakkan apa yang dikatakan dari mulut

Lidah seseorang adalah separuh dan separuhnya lagi adalah hatinya
Selain itu hanyalah bentuk tulang dan daging


Sekilas tentang penyair :
Dia adalah Zuhair bin Abu Sulma, dari Muzainah dari Mudhar, salah seorang penyair besar Arab di masa jahiliyah, salah seorang penyair pemilik Muallaqat –kumpulan syair-syair nomor wahid di masa jahiliyah-. Syair-syair Zuhair dikenal dengan al-Hauliyat sebab dia menata, menyusunnya dan mengeluarkannya setelah melewati setahun. Zuhair berumur panjang dan wafat sebelum diutusnya Nabi saw. Dua putra Zuhair Kaab dan Bujair masuk Islam dan bertemu dengan Nabi saw.

Kandungan bait-bait :
Meskipun Zuhair hidup di masa jahiliyah akan tetapi dia tetap mampu melahirkan kata-kata bijak, hal itu karena pengalaman dan tempaan hidup dijalaninya.
Beberapa hikmahnya terbaca dari bait-baitnya di atas:
1. Keterbatasan ilmu manusia yang tidak mampu menembus hari esok. Ayat al-Qur`an berkata,


وما تدرى نفس ماذا تكسب غـدا .


“Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.” (Luqman: 34).
2. Tidak ada tempat berlari dari kematian. Ayat al-Qur`an berkata,


أينما تكونوا يدرككم الموت ولو كنتم فى بروج مشيدة .


“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (An-Nisa`: 78).
3. Meletakkan kebaikan pada tempatnya karena jika tidak maka akan seperti pepatah, “Menolong anjing terjepit.”
4. Tidak ada yang mampu menyembunyikan tabiatnya secara terus menerus lebih-lebih jika mulut telah berbicara maka tidak ada lagi rahasia.
5. Hati dan lidah menurut Zuhair adalah ukuran seseorang selain itu hanyalah tongkrongan tubuh yang terdiri dari darah dan daging.

(Al-Adab al-Arabi wa Tarikhuhu lis Sanah ula Tsanawiyah).

Rabu, 21 Januari 2009

معلقة امرؤ القيس


قِفَا نَبْكِ مِنْ ذِكْرَى حَبِيبٍ ومَنْزِلِ

بِسِقْطِ اللِّوَى بَيْنَ الدَّخُولِ فَحَوْمَلِ

فَتُوْضِحَ فَالمِقْراةِ لَمْ يَعْفُ رَسْمُها

لِمَا نَسَجَتْهَا مِنْ جَنُوبٍ وشَمْألِ

تَرَى بَعَرَ الأرْآمِ فِي عَرَصَاتِهَـا

وَقِيْعَـانِهَا كَأنَّهُ حَبُّ فُلْفُــلِ

كَأنِّي غَدَاةَ البَيْنِ يَوْمَ تَحَمَّلُـوا

لَدَى سَمُرَاتِ الحَيِّ نَاقِفُ حَنْظَلِ

وُقُوْفاً بِهَا صَحْبِي عَلَّي مَطِيَّهُـمُ

يَقُوْلُوْنَ لاَ تَهْلِكْ أَسَىً وَتَجَمَّـلِ

وإِنَّ شِفـَائِي عَبْـرَةٌ مُهْرَاقَـةٌ

فَهَلْ عِنْدَ رَسْمٍ دَارِسٍ مِنْ مُعَوَّلِ

كَدَأْبِكَ مِنْ أُمِّ الحُوَيْرِثِ قَبْلَهَـا

وَجَـارَتِهَا أُمِّ الرَّبَابِ بِمَأْسَـلِ

إِذَا قَامَتَا تَضَوَّعَ المِسْكُ مِنْهُمَـا

نَسِيْمَ الصَّبَا جَاءَتْ بِرَيَّا القَرَنْفُلِ

فَفَاضَتْ دُمُوْعُ العَيْنِ مِنِّي صَبَابَةً

عَلَى النَّحْرِ حَتَّى بَلَّ دَمْعِي مِحْمَلِي

ألاَ رُبَّ يَوْمٍ لَكَ مِنْهُنَّ صَالِـحٍ

وَلاَ سِيَّمَا يَوْمٍ بِدَارَةِ جُلْجُـلِ

ويَوْمَ عَقَرْتُ لِلْعَذَارَي مَطِيَّتِـي

فَيَا عَجَباً مِنْ كُوْرِهَا المُتَحَمَّـلِ

فَظَلَّ العَذَارَى يَرْتَمِيْنَ بِلَحْمِهَـا

وشَحْمٍ كَهُدَّابِ الدِّمَقْسِ المُفَتَّـلِ

ويَوْمَ دَخَلْتُ الخِدْرَ خِدْرَ عُنَيْـزَةٍ

فَقَالَتْ لَكَ الوَيْلاَتُ إنَّكَ مُرْجِلِي

تَقُولُ وقَدْ مَالَ الغَبِيْطُ بِنَا مَعـاً

عَقَرْتَ بَعِيْرِي يَا امْرأَ القَيْسِ فَانْزِلِ

فَقُلْتُ لَهَا سِيْرِي وأَرْخِي زِمَامَـهُ

ولاَ تُبْعـِدِيْنِي مِنْ جَنَاكِ المُعَلَّـلِ

فَمِثْلِكِ حُبْلَى قَدْ طَرَقْتُ ومُرْضِـعٍ

فَأَلْهَيْتُهَـا عَنْ ذِي تَمَائِمَ مُحْـوِلِ

إِذَا مَا بَكَى مِنْ خَلْفِهَا انْصَرَفَتْ لَهُ

بِشَـقٍّ وتَحْتِي شِقُّهَا لَمْ يُحَـوَّلِ

ويَوْماً عَلَى ظَهْرِ الكَثِيْبِ تَعَـذَّرَتْ

عَلَـيَّ وَآلَـتْ حَلْفَةً لم تَحَلَّـلِ

أفاطِـمَ مَهْلاً بَعْضَ هَذَا التَّدَلُّـلِ

وإِنْ كُنْتِ قَدْ أزْمَعْتِ صَرْمِي فَأَجْمِلِي

أغَـرَّكِ مِنِّـي أنَّ حُبَّـكِ قَاتِلِـي

وأنَّـكِ مَهْمَا تَأْمُرِي القَلْبَ يَفْعَـلِ

وإِنْ تَكُ قَدْ سَـاءَتْكِ مِنِّي خَلِيقَـةٌ

فَسُلِّـي ثِيَـابِي مِنْ ثِيَابِكِ تَنْسُـلِ

وَمَا ذَرَفَـتْ عَيْنَاكِ إلاَّ لِتَضْرِبِـي

بِسَهْمَيْكِ فِي أعْشَارِ قَلْبٍ مُقَتَّـلِ

وبَيْضَـةِ خِدْرٍ لاَ يُرَامُ خِبَاؤُهَـا

تَمَتَّعْتُ مِنْ لَهْوٍ بِهَا غَيْرَ مُعْجَـلِ

تَجَاوَزْتُ أحْرَاساً إِلَيْهَا وَمَعْشَـراً

عَلَّي حِرَاصاً لَوْ يُسِرُّوْنَ مَقْتَلِـي

إِذَا مَا الثُّرَيَّا فِي السَّمَاءِ تَعَرَّضَتْ

تَعَـرُّضَ أَثْنَاءَ الوِشَاحِ المُفَصَّـلِ

فَجِئْتُ وَقَدْ نَضَّتْ لِنَوْمٍ ثِيَابَهَـا

لَـدَى السِّتْرِ إلاَّ لِبْسَةَ المُتَفَضِّـلِ

فَقَالـَتْ : يَمِيْنَ اللهِ مَا لَكَ حِيْلَةٌ

وَمَا إِنْ أَرَى عَنْكَ الغَوَايَةَ تَنْجَلِـي

خَرَجْتُ بِهَا أَمْشِي تَجُرُّ وَرَاءَنَـا

عَلَـى أَثَرَيْنا ذَيْلَ مِرْطٍ مُرَحَّـلِ

فَلَمَّا أجَزْنَا سَاحَةَ الحَيِّ وانْتَحَـى

بِنَا بَطْنُ خَبْتٍ ذِي حِقَافٍ عَقَنْقَلِ

هَصَرْتُ بِفَوْدَي رَأْسِهَا فَتَمَايَلَـتْ

عَليَّ هَضِيْمَ الكَشْحِ رَيَّا المُخَلْخَـلِ

مُهَفْهَفَـةٌ بَيْضَـاءُ غَيْرُ مُفَاضَــةٍ

تَرَائِبُهَـا مَصْقُولَةٌ كَالسَّجَنْجَــلِ

كَبِكْرِ المُقَـانَاةِ البَيَاضَ بِصُفْــرَةٍ

غَـذَاهَا نَمِيْرُ المَاءِ غَيْرُ المُحَلَّــلِ

تَـصُدُّ وتُبْدِي عَنْ أسِيْلٍ وَتَتَّقــِي

بِـنَاظِرَةٍ مِنْ وَحْشِ وَجْرَةَ مُطْفِـلِ

وجِـيْدٍ كَجِيْدِ الرِّئْمِ لَيْسَ بِفَاحِـشٍ

إِذَا هِـيَ نَصَّتْـهُ وَلاَ بِمُعَطَّــلِ

وفَـرْعٍ يَزِيْنُ المَتْنَ أسْوَدَ فَاحِــمٍ

أثِيْـثٍ كَقِـنْوِ النَّخْلَةِ المُتَعَثْكِــلِ

غَـدَائِرُهُ مُسْتَشْزِرَاتٌ إلَى العُــلاَ

تَضِلُّ العِقَاصُ فِي مُثَنَّى وَمُرْسَــلِ

وكَشْحٍ لَطِيفٍ كَالجَدِيْلِ مُخَصَّــرٍ

وسَـاقٍ كَأُنْبُوبِ السَّقِيِّ المُذَلَّــلِ

وتُضْحِي فَتِيْتُ المِسْكِ فَوْقَ فِراشِهَـا

نَئُوْمُ الضَّحَى لَمْ تَنْتَطِقْ عَنْ تَفَضُّـلِ

وتَعْطُـو بِرَخْصٍ غَيْرَ شَثْنٍ كَأَنَّــهُ

أَسَارِيْعُ ظَبْيٍ أَوْ مَسَاويْكُ إِسْحِـلِ

تُضِـيءُ الظَّلامَ بِالعِشَاءِ كَأَنَّهَــا

مَنَـارَةُ مُمْسَى رَاهِـبٍ مُتَبَتِّــلِ

إِلَى مِثْلِهَـا يَرْنُو الحَلِيْمُ صَبَابَــةً

إِذَا مَا اسْبَكَرَّتْ بَيْنَ دِرْعٍ ومِجْـوَلِ

تَسَلَّتْ عَمَايَاتُ الرِّجَالِ عَنْ الصِّبَـا

ولَيْـسَ فُؤَادِي عَنْ هَوَاكِ بِمُنْسَـلِ

ألاَّ رُبَّ خَصْمٍ فِيْكِ أَلْوَى رَدَدْتُـهُ

نَصِيْـحٍ عَلَى تَعْذَالِهِ غَيْرِ مُؤْتَــلِ

ولَيْلٍ كَمَوْجِ البَحْرِ أَرْخَى سُدُوْلَــهُ

عَلَيَّ بِأَنْـوَاعِ الهُـمُوْمِ لِيَبْتَلِــي

فَقُلْـتُ لَهُ لَمَّا تَمَطَّـى بِصُلْبِــهِ

وأَرْدَفَ أَعْجَـازاً وَنَاءَ بِكَلْكَــلِ

ألاَ أَيُّهَا اللَّيْلُ الطَّوِيْلُ ألاَ انْجَلِــي

بِصُبْحٍ وَمَا الإصْبَاحُ منِكَ بِأَمْثَــلِ

فَيَــا لَكَ مَنْ لَيْلٍ كَأنَّ نُجُومَـهُ

بِـأَمْرَاسِ كَتَّانٍ إِلَى صُمِّ جَنْــدَلِ

وقِـرْبَةِ أَقْـوَامٍ جَعَلْتُ عِصَامَهَــا

عَلَى كَاهِـلٍ مِنِّي ذَلُوْلٍ مُرَحَّــلِ

وَوَادٍ كَجَـوْفِ العَيْرِ قَفْرٍ قَطَعْتُــهُ

بِـهِ الذِّئْبُ يَعْوِي كَالخَلِيْعِ المُعَيَّــلِ

فَقُلْـتُ لَهُ لَمَّا عَوَى : إِنَّ شَأْنَنَــا

قَلِيْلُ الغِنَى إِنْ كُنْتَ لَمَّا تَمَــوَّلِ

كِــلاَنَا إِذَا مَا نَالَ شَيْئَـاً أَفَاتَـهُ

ومَنْ يَحْتَرِثْ حَرْثِي وحَرْثَكَ يَهْـزَلِ

وَقَـدْ أغْتَدِي والطَّيْرُ فِي وُكُنَاتِهَـا

بِمُنْجَـرِدٍ قَيْـدِ الأَوَابِدِ هَيْكَــلِ

مِكَـرٍّ مِفَـرٍّ مُقْبِلٍ مُدْبِـرٍ مَعــاً

كَجُلْمُوْدِ صَخْرٍ حَطَّهُ السَّيْلُ مِنْ عَلِ

كَمَيْتٍ يَزِلُّ اللَّبْـدُ عَنْ حَالِ مَتْنِـهِ

كَمَا زَلَّـتِ الصَّفْـوَاءُ بِالمُتَنَـزَّلِ

عَلَى الذَّبْلِ جَيَّاشٍ كأنَّ اهْتِـزَامَهُ

إِذَا جَاشَ فِيْهِ حَمْيُهُ غَلْيُ مِرْجَـلِ

مَسْحٍ إِذَا مَا السَّابِحَاتُ عَلَى الوَنَى

أَثَرْنَ الغُبَـارَ بِالكَـدِيْدِ المُرَكَّـلِ

يُزِلُّ الغُـلاَمُ الخِفَّ عَنْ صَهَـوَاتِهِ

وَيُلْوِي بِأَثْوَابِ العَنِيْـفِ المُثَقَّـلِ

دَرِيْرٍ كَخُـذْرُوفِ الوَلِيْـدِ أمَرَّهُ

تَتَابُعُ كَفَّيْـهِ بِخَيْـطٍ مُوَصَّـلِ

لَهُ أيْطَـلا ظَبْـيٍ وَسَاقَا نَعَـامَةٍ

وإِرْخَاءُ سَرْحَانٍ وَتَقْرِيْبُ تَتْفُـلِ

ضَلِيْعٍ إِذَا اسْتَـدْبَرْتَهُ سَدَّ فَرْجَـهُ

بِضَافٍ فُوَيْقَ الأَرْضِ لَيْسَ بِأَعْزَلِ

كَأَنَّ عَلَى المَتْنَيْنِ مِنْهُ إِذَا انْتَحَـى

مَدَاكَ عَرُوسٍ أَوْ صَلايَةَ حَنْظَـلِ

كَأَنَّ دِمَاءَ الهَـادِيَاتِ بِنَحْـرِهِ

عُصَارَةُ حِنَّاءٍ بِشَيْـبٍ مُرَجَّـلِ

فَعَـنَّ لَنَا سِـرْبٌ كَأَنَّ نِعَاجَـهُ

عَـذَارَى دَوَارٍ فِي مُلاءٍ مُذَبَّـلِ

فَأَدْبَرْنَ كَالجِزْعِ المُفَصَّـلِ بَيْنَـهُ

بِجِيْدٍ مُعَمٍّ فِي العَشِيْرَةِ مُخْـوَلِ

فَأَلْحَقَنَـا بِالهَـادِيَاتِ ودُوْنَـهُ

جَوَاحِـرُهَا فِي صَرَّةٍ لَمْ تُزَيَّـلِ

فَعَـادَى عِدَاءً بَيْنَ ثَوْرٍ ونَعْجَـةٍ

دِرَاكاً وَلَمْ يَنْضَحْ بِمَاءٍ فَيُغْسَـلِ

فَظَلَّ طُهَاةُ اللَّحْمِ مِن بَيْنِ مُنْضِجٍ

صَفِيـفَ شِوَاءٍ أَوْ قَدِيْرٍ مُعَجَّـلِ

ورُحْنَا يَكَادُ الطَّرْفُ يَقْصُرُ دُوْنَـهُ

مَتَى تَـرَقَّ العَيْـنُ فِيْهِ تَسَفَّـلِ

فَبَـاتَ عَلَيْـهِ سَرْجُهُ ولِجَامُـهُ

وَبَاتَ بِعَيْنِـي قَائِماً غَيْرَ مُرْسَـلِ

أصَاحِ تَرَى بَرْقاً أُرِيْكَ وَمِيْضَـهُ

كَلَمْـعِ اليَدَيْنِ فِي حَبِيٍّ مُكَلَّـلِ

يُضِيءُ سَنَاهُ أَوْ مَصَابِيْحُ رَاهِـبٍ

أَمَالَ السَّلِيْـطَ بِالذُّبَالِ المُفَتَّـلِ

قَعَدْتُ لَهُ وصُحْبَتِي بَيْنَ ضَـارِجٍ

وبَيْنَ العـُذَيْبِ بُعْدَمَا مُتَأَمَّـلِ

عَلَى قَطَنٍ بِالشَّيْمِ أَيْمَنُ صَوْبِـهِ

وَأَيْسَـرُهُ عَلَى السِّتَارِ فَيَذْبُـلِ

فَأَضْحَى يَسُحُّ المَاءَ حَوْلَ كُتَيْفَةٍ

يَكُبُّ عَلَى الأذْقَانِ دَوْحَ الكَنَهْبَلِ

ومَـرَّ عَلَى القَنَـانِ مِنْ نَفَيَانِـهِ

فَأَنْزَلَ مِنْهُ العُصْمَ مِنْ كُلِّ مَنْـزِلِ

وتَيْمَاءَ لَمْ يَتْرُكْ بِهَا جِذْعَ نَخْلَـةٍ

وَلاَ أُطُمـاً إِلاَّ مَشِيْداً بِجِنْـدَلِ

كَأَنَّ ثَبِيْـراً فِي عَرَانِيْـنِ وَبْلِـهِ

كَبِيْـرُ أُنَاسٍ فِي بِجَـادٍ مُزَمَّـلِ

كَأَنَّ ذُرَى رَأْسِ المُجَيْمِرِ غُـدْوَةً

مِنَ السَّيْلِ وَالأَغثَاءِ فَلْكَةُ مِغْـزَلِ

وأَلْقَى بِصَحْـرَاءِ الغَبيْطِ بَعَاعَـهُ

نُزُوْلَ اليَمَانِي ذِي العِيَابِ المُحَمَّلِ

كَأَنَّ مَكَـاكِيَّ الجِـوَاءِ غُدَّبَـةً

صُبِحْنَ سُلافاً مِنْ رَحيقٍ مُفَلْفَـلِ

كَأَنَّ السِّبَـاعَ فِيْهِ غَرْقَى عَشِيَّـةً

بِأَرْجَائِهِ القُصْوَى أَنَابِيْشُ عُنْصُـلِ



Dinukil dari;

http://www.dwaihi.com/moal/moemro1.htm

Kamis, 25 Desember 2008

Matan Qiro'ah al Qur'an الشاطبية

حرز الأماني ووجه التهاني في القراءات السبع المؤلف : القاسم بن فيرة بن خلف الشاطبي
Dilantunkan oleh الشيخ مشاري راشد العفاسي



بسم الله الرحمن الرحيم

( خطبة الكتاب )

( بدأت ببسم الله في النظم أولا ... تبارك رحمانا رحيما وموئلا )
( وثنيت صلى الله ربي على الرضا ... محمد المهدى إلى الناس مرسلا )
( وعترته ثم الصحابة ثم من ... تلاهم على الإحسان بالخير وبلا )
( وثلثت أن الحمد لله دائما ... وما ليس مبدوءا به أجذم العلا )
( وبعد فحبل الله فينا كتابه ... فجاهد به حبل العدا متحبلا )
( وأخلق به إذ ليس يخلق جدة ... جديدا مواليه على الجد مقبلا )
( وقارئه المرضي قر مثاله ... كالاترج حاليه مريحا وموكلا )
( هو المرتضى أما إذا كان أمة ... ويممه ظل الرزانة قنقلا )
( هو الحر إن كان الحري حواريا ... له بتحريه إلى أن تنبلا )
( وإن كتاب الله أوثق شافع ... وأغني غناء واهبا متفضلا )
( وخير جليس لا يمل حديثه ... وترداده يزداد فيه تجملا )
( وحيث الفتى يرتاع في ظلماته ... من القبر يلقاه سنا متهللا )
( هنالك يهنيه مقيلا وروضة ... ومن أجله في ذروة العز يجتلا )
( يناشد في إرضائه لحبيبه ... وأجدر به سؤلا إليه موصلا )
( فيا أيها القاري به متمسكا ... مجلا له في كل حال مبجلا )
( هنيئا مريئا والداك عليهما ... ملابس أنوار من التاج والحلا )
( فما ظنكم بالنجل عند جزائه ... أولئك أهل الله والصفوة الملا )
( أولو البر والإحسان والصبر والتقى ... حلاهم بها جاء القران مفصلا )
( عليك بها ما عشت فيها منافسا ... وبع نفسك الدنيا بأنفاسها العلا )
( جزى الله بالخيرات عنا أئمة ... لنا نقلوا القرآن عذبا وسلسلا )
( فمنهم بدور سبعة قد توسطت ... سماء العلى والعدل زهرا وكملا )
( لها شهب عنها استنارت فنورت ... سواد الدجى حتى تفرق وانجلا )
( وسوف تراهم واحدا بعد واحد ... مع اثنين من أصحابه متمثلا )
( تخيرهم نقادهم كل بارع ... وليس على قرآنه متأكلا )
( فأما الكريم السر في الطيب نافع ... فذاك الذي اختار المدينة منزلا )
( وقالون عيسى ثم عثمان ورشهم ... بصحبته المجد الرفيع تأثلا )
( ومكة عبد الله فيها مقامه ... هو ابن كثير كاثر القوم معتلا )
( روى أحمد البزي له ومحمد ... على سند وهو الملقب قنبلا )
( وأما الإمام المازني صريحهم ... أبو عمرو البصري فوالده العلا )
( أفاض على يحيى اليزيدي سيبه ... فأصبح بالعذب الفرات معللا )
( أبو عمر الدوري وصالحهم أبو ... شعيب هو السوسي عنه تقبلا )
( وأما دمشق الشام دار ابن عامر ... فتلك بعبد الله طابت محللا )
( هشام وعبد الله وهو انتسابه ... لذكوان بالإسناد عنه تنقلا )
( وبالكوفة الغراء منهم ثلاثة ... أذاعوا فقد ضاعت شذا وقرنفلا )
( فأما أبو بكر وعاصم اسمه ... فشعبة راويه المبرز أفضلا )
( وذاك ابن عياش أبو بكر الرضا ... وحفص وبالإتقان كان مفضلا )
( وحمزة ما أزكاه من متورع ... إماما صبورا للقرآن مرتلا )
( روى خلف عنه وخلاد الذي ... رواه سليم متقنا ومحصلا )
( وأما علي فالكسائي نعته ... لما كان في الإحرام فيه تسربلا )
( روى ليثهم عنه أبو الحارث الرضا ... وحفص هو الدوري وفي الذكر قد خلا )
( أبو عمرهم واليحصبي ابن عامر ... صريح وباقيهم أحاط به الولا )
( لهم طرق يهدى بها كل طارق ... ولا طارق يخشى بها متمحلا )
( وهن اللواتي للمواتي نصبتها ... مناصب فانصب في نصابك مفضلا )
( وها أنا ذا أسعى لعل حروفهم ... يطوع بها نظم القوافي مسهلا )
( جعلت أبا جاد على كل قارئ ... دليلا على المنظوم أول أولا )
( ومن بعد ذكري الحرف أسمي رجاله ... متى تنقضي آتيك بالواو فيصلا )
( سوى أحرف لا ريبة في اتصالها ... وباللفظ أستغني عن القيد إن جلا )
( ورب مكان كرر الحرف قبلها ... لما عارض والأمر ليس مهولا )
( ومنهن للكوفي ثاء مثلث ... وستتهم بالخاء ليس بأغفلا )
( عنيت الألى أثبتهم بعد نافع ... وكوف وشام ذالهم ليس مغفلا )
( وكوف مع المكي بالظاء معجما ... وكوف وبصر غينهم ليس مهملا )
( وذو النقط شين للكسائي وحمزة ... وقل فيهما مع شعبة صحبة تلا )
( صحاب هما مع حفصهم عم نافع ... وشام سما في نافع وفتى العلا )
( ومك وحق فيه وابن العلاء قل ... وقل فيهما واليحصبي نفر حلا )
( وحرمي المكي فيه ونافع ... وحصن عن الكوفي ونافعهم علا )
( ومهما أتت من قبل أو بعد كلمة ... فكن عند شرطي واقض بالواو فيصلا )
( وما كان ذا ضد فإني بضده ... غني فزاحم بالذكاء لتفضلا )
( كمد واثبات وفتح ومدغم ... وهمز ونقل واختلاس تحصلا )
( وجزم وتذكير وغيب وخفة ... وجمع وتنوين وتحريك اعملا )
( وحيث جرى التحريك غير مقيد ... هو الفتح والإسكان آخاه منزلا )
( وآخيت بين النون واليا وفتحهم ... وكسر وبين النصب والخفض منزلا )
( وحيث أقول الضم والرفع ساكتا ... فغيرهم بالفتح والنصب أقبلا )
( وفي الرفع والتذكير والغيب جملة ... على لفظها أطلقت من قيد العلا )
( وقبل وبعد الحرف آت بكل ما ... رمزت به في الجمع إذ ليس مشكلا )
( وسوف أسمي حيث يسمح نظمه ... به موضحا جيدا معما ومخولا )
( ومن كان ذا باب له فيه مذهب ... فلا بد أن يسمى فيدرى ويعقلا )
( أهلت فلبتها المعاني لبابها ... وصغت بها ما ساغ عذبا مسلسلا )
( وفي يسرها التيسير رمت اختصاره ... فأجنت بعون الله منه مؤملا )
( وألفافها زادت بنشر فوائد ... فلفت حياء وجهها أن تفضلا )
( وسميتها حرز الأماني تيمنا ... ووجه التهاني فاهنه متقبلا )
( وناديت اللهم يا خير سامع ... أعذني من التسميع قولا ومفعلا )
( إليك يدي منك الأيادي تمدها ... أجرني فلا أجري بجور فأخطلا )
( أمينا وأمنا للأمين بسرها ... وإن عثرت فهو الأمون تحملا )
( أقول لحر والمروءة مرؤها ... لإخوته المرآت ذو النور مكحلا )
( أخي أيها المجتاز نظمي ببابه ... ينادى عليه كاسد السوق أجملا )
( وظن به خيرا وسامح نسيجه ... بالاغضاء والحسنى وإن كان هلهلا )
( وسلم لإحدى الحسنيين إصابة ... والأخرى اجتهاد رام صوبا فأمحلا )
( وإن كان خرق فادركه بفضله ... من الحلم وليصلحه من جاد مقولا )
( وقل صادقا لولا الوئام وروحه ... لطاح الأنام الكل في الخلف والقلا )
( وعش سالما صدرا وعن غيبة فغب ... تحضر حظار القدس أنقى مغسلا )
( وهذا زمان الصبر من لك بالتي ... كقبض على جمر فتنجو من البلا )
( ولو أن عينا ساعدت لتوكفت ... سحائبها بالدمع ديما وهطلا )
( ولكنها عن قسوة القلب قحطها ... فيا ضيعة الأعمار تمشي سبهللا )
( بنفسي من استهدى إلى الله وحده ... وكان له القرآن شربا ومغسلا )
( وطابت عليه أرضه فتفتقت ... بكل عبير حين أصبح مخضلا )
( فطوبى له والشوق يبعث همه ... وزند الأسى يهتاج في القلب مشعلا )
( هو المجتبى يغدو على الناس كلهم ... قريبا غريبا مستمالا مؤملا )
( يعد جميع الناس مولى لأنهم ... على ما قضاه الله يجرون أفعلا )
( يرى نفسه بالذم أولى لأنها ... على المجد لم تلعق من الصبر والألا )
( وقد قيل كن كالكلب يقصيه أهله ... وما يأتلي في نصحهم متبذلا )
( لعل إله العرش يا إخوتي يقي ... جماعتنا كل المكاره هولا )
( ويجعلنا ممن يكون كتابه ... شفيعا لهم إذ ما نسوه فيمحلا )
( وبالله حولي واعتصامي وقوتي ... ومالي إلا ستره متجللا )
( فيا رب أنت الله حسبي وعدتي ... عليك اعتمادي ضارعا متوكلا )
.................................................................................
.................................................................................



Untuk kelanjutan matan nadzam di atas, silahkan men 'Download' حرز الأماني ووجه التهاني في القراءات السبع
المؤلف : القاسم بن فيرة بن خلف الشاطبي dengan kunjungi situs berikut ini dengan meng 'copy' link dan mem 'paste' pada browser anda;

http://www.4shared.com/file/69800855/ed501d3e/___________-__.html


Adapun men "تحميل/للحفظ " / "Download Gratis" حرز الأماني - ابن فيرة الشاطبي mp3
yang dilantunkan oleh 'Syaikh Misyari Rasyid al-'Affasy' di atas, silahkan kunjungi situs berikut ini dengan meng 'copy' link dan mem 'paste' pada browser anda ;

http://www.alafasy.com/?PId=2&tapeId=4

Matan Qiro'ah al Qur'an; هداية المرتاب للسخاوي

هداية المرتاب وغاية الحفاظ والطلاب وتبيين متشابه الكتاب للسخاوي

Dilantunkan oleh الشيخ سعد بن سعيد الغامدي



( مقدمة الناظم )


قال السخاوي علي ناظما *** كان له الله الرحيم راحما

الحمد لله الحميد الصمد *** منزل الذكر على محمد

فيه هدى للمتقين و نور *** و حكمة تشفى بها الصدور

تنزيل رب العالمين نزلا *** به عليه الروح من رب العلا

صلى عليه الله من رسول *** أيده بمعجز التنزيل

ثم على أصحابه و أهله *** و المؤمنين بالكتاب كله

وبعد فالقرآن نور مشرق *** حامله مسدد موفق

وجاء عن سيدنا محمد *** ذي الفضل و الفخر الرسول المرشد

في فضل حفاظ القرآن المهرة *** أنهم مع الكرام السفرة

لأنه في صحف مطهره *** و هي بأيدهم كما قد ذكره

فالحافظ المتقن قد ساوى الملك *** فاستعمل الجد فمن جد ملك

و قد نظمت في اشتباه الكلم *** أرجوزة كاللؤلؤ المنظم

لقبتها هداية المرتاب *** و غاية الحفاظ و الطلاب

أودعتها مواضعا تخفى على *** تالي الكتاب و تريح من تلا

رتبتها على حروف المعجم *** فأفصحت عن كل أمر مبهم

فإن أردت علم لفظ مشكل *** فانظر إلى الحرف الذي في الأول

فإنه باب من الأبواب *** و فيه ما رمت بلا ارتياب

و لاتعد أولا مزيدا *** إلا إذا كان هو المقصودا

و إن أردت علم حرف أشكلا *** ألفيته في بابه محصلا

و إن توالت كلمات مشكلة***جمعتها في باب حرف الأوله

إن أمكن الجمع و إلا انفردت *** فوقعت في بابها و وردت

و ربما أغنى عن القرين *** قرينه بواضح التبيين

و ربما جاءا معا فكانا *** كالشاهدين أوضحا البيانا

و كل ما قيده الإعراب لم *** آت به لأن الاعراب علم

و الله حسبي و عليه أعتمد *** به أعوذ لاجئا و أعتضد

باب الألف

و أقرأ ( فأنزلنا ) بآي البقرة *** على الذين ظلموا مُحبرة

لكن ( فأرسلنا عليهم ) جاء في *** سورة الأعرافِ يقيناً فاعرفِ

و آخرُ الآية ( يفسقونا ) *** فيها و في الأعرافِ ( يظلمونا )

( أبى )

و جاء ( إبليسَ أبى و استكبرا ) *** فيها و في صاد ( أبى ) ماذُكرا

( إلينا )

و مع وما أُنزل قل إلينا *** و آلُ عمرانَ بها علينا

كذا وما أُوتي جا مثنى *** فيها ومفرد بالأخرى عنّا

( أشد )

و جاء والفتنةُ فيها أكبرُ *** و هو بها الحرفُ الذي يؤخرُ

و قبله أشدُ أعني الأولا *** لا تسترب فإنه قد انجلا

( آياته )

يُبين الله لكم آياته *** في أربع لا ريب في إثباتهِ

أولها الثاني الذي في البقرة *** و آلُ عمرانَ بحرفٍ مُسفرة

و ثالثُ النورِ و حرفُ المائدة *** دُونكها من تحفة و فائدة

( الأرض )

و جاء ذكرُ الأرضِ من قبلِ السما *** في خمسةٍ حققها من فهِما

من بعدِ لا يخفى عليه مرة *** و بعدَ لا يعزبُ عنه ذرة

بعدَ ومايخفى على الله إسمعا *** وفالذي يلي السماءُ جُمعا

وبعدَ ممن خلق أُستبينا *** و بعدَ ما أنتم بمُعجزينا

في يونسٍ و آلِ عمرانَ وفي *** طه وإبراهيمَ قبلُ فاكشفِ

والعنكبوتَ جاءَ فيها الخامسُ *** به انجلت للقارئُ الحنادسُ

( الأنبياء )

ويقتلونَ الأنبياءَ الثاني *** بآلِ عمرانَ من القرآنِ

( أطيعوا )

واقرأ أطيعوا وأطيعوا زائدة *** من بعد الأولى في النسا والمائدة

و مثلهُ في النورِ والقتالِ *** وفي التغابن كذاكَ التالِ

و آلِ عمرانَ بها قد سَقطا *** في موضعيها لا تكن مُفرطا

أو

من ذكرٍ أو جاءَ في النساءِ *** و آلِ عمرانَ بلا خفاءِ

والنحلِ والمؤمن فيها الرابع *** و لفظٌ أنثى للجميع تابعُ

للحجراتِ دون همزٍ يُنفى *** منفرداً من ذكرٍ وأنثى

( أبدا)

و أبدًا من بعدِ خالدينا *** فيها بإحدى عشرةٍ يقينا

ففي النساءِ لا تعُدّ الأولا *** و أعدُد ثلاثاً بعده محصلا

وفي العقودِ رابعٌ قد وقعا *** بها أخيراً نوره قد سَطعا

ومِثلُه الأولُ والآخرُ في *** براءةٍ وهو في الأحزابِ أُقتفي

وثامنٌ في سورةِ التغابنِ *** و في الطلاقِ تاسعُ الأماكنِ

وعاشرٌ في الجنِ والبرية *** فيها كمالُ العدةِ الوفية

( أنجيناه )

واقرأ فأنجيناهُ أَعني نوحا *** في سورةِ الأعرافِ مستريحا

ومِثُله في الشعراءِ يا فتى *** و ثالثٌ في العنكبوت قد أتى

وإن تُرد لوطا ففي الأعرافِ *** والنملِ فافهمه بلا انحرافِ

وجاءَ في قصةِ هودٍ يبدو *** في سورةِ الأعرافِ وهوَ فردُ

( أشركنا )

و جاءَ في الأنعامِ ما أشركنا *** شابهه في النحلِ ما عبدنا

( أرسل )

واقرأ وأرسل بعدَ أرجئه فقد *** جاءَ في الأعرافِ وسئل من انتقد

( الأموال )

وأخّرَ الأموالَ والأنفُسَ من *** بعدِ سبيلِ الله ذو الحذقِ الفطن

أول ما في توبة وفي النسا *** والصفِ لكن في سواها عُكسا

( السماء )

في يُونسٍ لفظُ السماءِ مُفردُ *** من بعدِ من يرزقُكم مُوحدُ

وقد أتى في سبأُ مَجموعا *** فاعرفهما و احفظهما جميعا

( أنزل )

وآيةٌ من بعدِ لولا أُنزلا *** بألفٍ عَددته مُحصلا

فاثنانِ في الرعدِ وحرفُ يُونسِ *** و رابعٌ في العنكبوتِ ما نُسي

وهوَ لمن يقرأُ بالإفرادِ *** فافهم مقالي عالماً مرادي

وجاء نُزّل بدونِ ألفِ *** في سورة الأنعام فرداً فاعرفِ

( أليم )

يومٍ أليمٍ حرفُ هودُ جاءَ في *** قصةِ نوحٍ وأتى في الزخرفِ

( أجر )

أجرٌ كبيرٌ في القرآنِ أربعُ *** في فاطرٍ مع هودِ و الملكِ فعوا

و كلها من بعد ذكر المغفرة *** و في الحديد رابع ما أشهره

و هو الذي تلقاه فيها سابقا *** و بعده أجر كريم لا حقا

في موضعين يا أخي منها *** مع حرف ياسين ألا فصنها

( أنزل )

ما أنزل الله بها بالألف *** في سورة النجم أتى و يوسف

( إلى )

و إن قرأت المنظرين فاقرا *** معه إلى يوم و أنعم ذكرا

فذاك حرف آية قد زادا *** أودعها الحجر نعم و صادا

بالحذف بالأعراف جاء مفرداً *** وماتعدى بهما فانفردا

( السموات )

و ما خلقنا بعده قد جمعا *** لفظ السموات بحجر وقعا

و بالدخان يا أخا السداد *** و سائر الباب على الإفراد

( ألم )

ألم يروا بغير واو زائدة *** في النحل جاء في الأخير واحدة

والنمل و الأنعام و الأعراف *** و حرف ياسين بلا خلاف

( إذا )

قال نعم و إنكم في الشعرا *** معه إذا زائدة بلا امترا

( أن – أدخل – إنه )

وألق في النمل و أدخل يدكا *** و إنه أنا قد أوضحت لكا

( إلى )

و بعد يجري لم يقع إلى أجل *** إلا بلقمان فسر على عجل

و جاء في الشورى و ليس قبله *** يجري ففكر فيه واعرف فضله

( الذي )

ذوقوا عذاب النار يتلوه الذي *** في السجدة اقرأه و بالجد خذ

( أأنزل )

أألقي الذكر عليه في القمر *** و قل عليه الذكر في صاد اشتهر

وقبله أأنزل استقرا *** ألهمك الله لذاك شكرا

( التي )

قل سنة الله التي في المؤمن *** و الفتح و اقرأه على تيقن

..........................................................................

..........................................................................

Untuk kelanjutan matan nadzam di atas, silahkan men 'Download' هداية المرتاب وغاية الحفاظ والطلاب وتبيين متشابه الكتاب للسخاوي dengan mengunjungi situs berikut ini dengan meng 'copy' link dan mem 'paste' pada browser anda;


http://www.4shared.com/file/60882573/313c8f43/__________.html



Adapun Untuk men "تحميل/للحفظ " / "Download Gratis" هداية المرتاب وغاية الحفاظ والطلاب وتبيين متشابه الكتاب mp3 yang dilantunkan oleh 'Syaikh Sa'ad bin Sa'id al-Ghamidy' di atas, silahkan kunjungi situs berikut ini dengan meng 'copy' link dan mem 'paste' pada browser anda ;


http://www.islamway.com/?iw_s=Lesson&iw_a=view&lesson_id=30562