Tampilkan postingan dengan label mutiara hikmah dalam kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mutiara hikmah dalam kisah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Januari 2009

Hamdan: Pidato Olmert Bukti Kekalahan Israel

[ 18/01/2009 - 10:16 ]

Beirut – infopalestina: -Usamah Hamdan, perwakilan Hamas di Lebanon, menilai pidato PM Zionis Israel, Ehud Olmert yang menyatakan menghentikan serangan secara sepihak sebagai “pengumuman kekalahan kedua setelah perang tahun 2006”.

Dalam siaran persnya, Hamdan mengatakan:”Pidato itu, dilihat dari sisi lain, merupakan pengumuman kekalahan dan kemenangan bagi pejuang Palestina yang ingin dibasminya.” Hamdan mengisyaratkan bahwa Olmert, di awal pidatonya, berhasil memukul Hamas kemudian di akhir ia mengakui tidak mampu untuk membebaskan serdadu Israel, Gilad Shalit, yang kini masih ditawan pejuang Palestina. “Yang sampai kini Israel tidak tahu, apakah masih hidup atau sudah mati akibat perang jahat mereka di Gaza,” tambah Hamdan.

Ia menambahkan, menanggapi pernyataan Olmert yang tetap menyebarkan pasukannya di Jalur Gaza saat penghentian serangan ini, dengan mengatakan:”Kalau masih ada pasukan Zionis Israel di Jalur Gaza, ini akan membuka pintu lebar bagi pejuang Palestina melawan penjajah tersebut.”

“Kejahatan perang yang dilakukan Zionis di Gaza adalah pemicu baru bagi perlawanan menentang penjajah. Saya sebutkan bahwa generasi yang akan terjun di medan perang kali ini adalah generasi yang tumbuh di intifadah pertama (1987). Bisa Anda bayangkan betapa dahsyatnya generasi yang tumbuh di masa genosida ini,” jelas Hamdan lagi.

Hamdan melihat bahwa Olmert “Terlihat ragu saat dirinya bisa melemahkan Hamas, tapi kemudian berbicara soal jaminan internasional untuk melemahkan Hamas. Ini sebuah tanda Tanya besar dan penting. Begitu juga soal perjanjian antara Mesir dan pemerintah AS. Ini pertanda bahwa Olmert tidak bisa mengukur kondisi riil di lapangan.” (AMRais)



dinukil dari;

http://www.infopalestina.com/ms


Kamis, 02 Oktober 2008

Sinopsis buku SANDIWARA LANGIT

Lima huruf ini, tak pernah lepas dari keseharian kita, bahkan tiada sedesah nafas pun terlewatkan tanpa “mereka-lima huruf itu-“ masih melekat erat pada tiap jiwa. Lima huruf, yang punya beragam arti, beribu makna, berjuta misteri dan penafsiran yang hampir tiada hingga, sebanyak nyawa yang pernah menyandangnya, sepanjang zaman yang telah di lewatinya. Lima huruf, adalah kumpuan kisah indah. Lima huruf, rajutan cerita, yang kadang berdarah-darah. Lima huruf, adalah titian perjalanan yang sungguh tak mudah. Lima huruf, yang pada hakikatnya hanyalah untuk ibadah. Lima huruf, itu adalah hidup.


SANDIWARA LANGIT

Buku ini memuat salah satu kisah nyata perjalanan hidup anak Adam yang sungguh mengharukan, tapi juga membanggakan. Cerita ini adalah sebuah kisah nyata yang mengungkapkan keagungan cinta kasih dua anak manusia beraroma surga, berbalut cinta pada Sang Pencipta. Cerita ini di susun dengan tujuan, agar kita semua bias mengambil hikmah dan pelajaran dari cerita tersebut. Karena banyak nilai perjuangan yang sangat perlu kita tiru. Wujud perjuangan yang sudah begitu jarang muncul dalam kehidupan manusia. Termasuk dalam kehidupan kebanyakan kaum muslimin, pada masa sekarang ini. Bagaimana kisah selengkapnya? Simak dalam buku “SANDIWARA LANGIT”, dan jadilah pemetik hikmah di dalamnya